Sekilas, sebatang cerutu terlihat sederhana: tembakau yang digulung membentuk sebuah batang.
Namun ketika kita melihatnya lebih dekat, cerutu sebenarnya merupakan sebuah konstruksi. Setiap bagian mempunyai fungsi—mulai dari bagian yang kita potong, bagian yang dinyalakan, hingga susunan daun di dalamnya.
Memahami anatomi cerutu adalah langkah pertama untuk memahami mengapa sebuah cerutu dapat terbakar dengan baik, memiliki tarikan yang nyaman, dan menghadirkan karakter rasa yang berkembang sepanjang kita menikmatinya.
Head adalah ujung cerutu yang ditempatkan di mulut.
Pada cerutu premium, bagian ini biasanya ditutup oleh potongan daun yang disebut cap.
Sebelum cerutu dinyalakan, sebagian kecil dari cap dibuka menggunakan cigar cutter.
Tujuannya sederhana: menciptakan jalan bagi udara dan asap untuk melewati bagian dalam cerutu.
Potong secukupnya.
Jika pemotongan dilakukan terlalu jauh, konstruksi wrapper pada bagian kepala dapat terbuka.
Perhatikan bagian head dengan lebih dekat.
Pada banyak cerutu, kita dapat melihat sebuah garis tipis yang mengelilingi ujungnya. Itulah bagian dari cap.
Cap dibuat dari potongan daun wrapper dan membantu menjaga ujung cerutu tetap rapi serta mencegah wrapper terurai.
Karena itu, ketika memotong cerutu, prinsip dasarnya adalah:
buka jalur udara tanpa merusak konstruksinya.
Teknik pemotongan akan kita bahas secara khusus pada EC.08 — Cara Memotong Cerutu.
Bagian panjang di antara head dan foot dapat kita sebut sebagai body atau badan cerutu.
Di balik permukaannya terdapat tiga komponen utama:
Wrapper
Daun terluar yang kita lihat dan sentuh.
Binder
Daun di bawah wrapper yang mengikat bagian dalam cerutu.
Filler
Daun-daun yang berada di bagian paling dalam dan menjadi inti blend.
Ketiganya bekerja sebagai satu sistem.
Wrapper memberikan kontribusi pada aroma, rasa, sekaligus penampilan. Binder membantu mempertahankan konstruksi dan pembakaran. Filler menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan, body, aroma dan kompleksitas blend.
Kita akan membedah ketiganya lebih jauh dalam EC.02 — Wrapper • Binder • Filler.
Ujung yang berlawanan dengan head disebut foot.
Inilah bagian yang dinyalakan.
Melihat foot juga memberi kita kesempatan untuk melihat susunan filler di bagian dalam cerutu.
Ketika akan menyalakan cerutu, foot sebaiknya dipanaskan secara perlahan dan merata terlebih dahulu.
Proses ini sering disebut toasting the foot.
Tujuannya bukan membakar cerutu secepat mungkin, melainkan membantu menciptakan permukaan pembakaran yang merata.
Tekniknya akan kita pelajari pada EC.09 — Cara Menyalakan Cerutu.
Sekarang bayangkan cerutu dalam bentuk potongan melintang.
Dari luar menuju ke dalam:
WRAPPER → BINDER → FILLER
Wrapper membungkus.
Binder mengikat.
Filler mengisi dan membentuk inti blend.
Namun konstruksi cerutu bukan hanya persoalan membuat daun tetap menyatu.
Susunan tersebut juga harus memungkinkan udara bergerak dari foot menuju head ketika cerutu ditarik.
Jika terlalu padat, tarikan dapat menjadi berat.
Jika terlalu longgar, pembakaran dapat berlangsung terlalu cepat.
Di sinilah keterampilan seorang torcedor, atau penggulung cerutu, menjadi sangat penting.
Anatomi cerutu memperlihatkan sesuatu yang menarik.
Tidak ada satu bagian yang bekerja sendirian.
Daun terbaik sekalipun tidak otomatis menghasilkan cerutu yang baik apabila konstruksinya tidak tepat.
Wrapper, binder, filler, kepadatan gulungan, bentuk, ukuran, kelembapan dan pembakaran saling berhubungan.
Itulah sebabnya sebatang cerutu dapat dipandang sebagai sebuah sistem kecil yang dirancang untuk menghasilkan perjalanan aroma dan rasa.
CATATAN PROF. DAPATABI
“Sebelum bertanya seperti apa rasa sebuah cerutu, lihat dahulu bagaimana ia dibangun. Karena karakter yang kita nikmati selalu dimulai dari konstruksinya.”
EC.02 — WRAPPER • BINDER • FILLER
Kita akan membuka lapisan cerutu satu per satu dan memahami bagaimana tiga kelompok daun dengan fungsi berbeda dapat bekerja bersama membentuk satu karakter.
CigarComic.com
Cerita • Edukasi • Budaya Cerutu Nusantara